Ambon Metro Reportase,com– Warga Kota Ambon diminta tidak mudah tergiur pesan berantai yang menawarkan kuota internet gratis 81 GB dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosandi) Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, Senin (17/8/2026).

Lekransy mengatakan, pesan yang mengatasnamakan Telkomsel dengan narasi “Kuota Gratis 81GB Spesial HUT RI ke-81” telah dikonfirmasi sebagai informasi palsu dan berpotensi menjadi modus penipuan digital.

“Dipastikan itu palsu dan penipuan. Harap jangan di-klik untuk keamanan,” kata Lekransy, meneruskan informasi dari pihak Telkomsel.

Menurutnya, salah satu indikasi penipuan dapat dilihat dari tautan yang dicantumkan dalam pesan tersebut. Berdasarkan pengecekan Telkomsel, alamat situs yang digunakan bukan merupakan domain resmi perusahaan.

“Dilihat dari link-nya itu bukan http://telkomsel.com,” ujarnya.

Lekransy menegaskan, hingga kini tidak terdapat promo kuota gratis 81 GB dari Telkomsel sebagaimana yang beredar dalam pesan berantai tersebut.

“Dan kita tidak ada promo,” tegasnya.

Modus Phishing Manfaatkan Momentum HUT RI

Pesan palsu itu biasanya disertai kalimat yang mengajak penerima untuk segera mengklaim kuota, seperti “Aku baru saja klaim. Cek apakah kamu juga dapat.” Penerima kemudian diarahkan membuka tautan tertentu.

Lekransy mengingatkan warga agar tidak mengikuti instruksi tersebut. Tautan mencurigakan dapat menjadi sarana phishing, yakni upaya untuk mencuri data atau informasi pribadi pengguna.

“Saran saya jangan di-klik link-nya, itu phishing,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat lebih kritis terhadap setiap informasi yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi perpesanan, terutama informasi yang menawarkan hadiah, bantuan, promo, atau layanan gratis dengan meminta pengguna mengakses tautan tertentu.

Menurut Lekransy, momentum perayaan hari besar nasional kerap dimanfaatkan pelaku untuk membuat informasi palsu terlihat meyakinkan dan menarik perhatian masyarakat.

“Karena itu, saya mengajak warga Kota Ambon membiasakan diri melakukan pengecekan sebelum mempercayai maupun meneruskan suatu informasi,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat memastikan informasi terkait promo maupun layanan digital hanya berasal dari kanal resmi perusahaan atau instansi terkait.

Jika menemukan tautan mencurigakan, warga diminta tidak membukanya dan tidak memasukkan data pribadi, kata sandi, kode OTP, maupun informasi penting lainnya.

“Jangan di-klik link-nya,” ulang Lekransy.

Ia berharap masyarakat Kota Ambon semakin cerdas dan waspada dalam menerima informasi digital, sehingga tidak menjadi korban penipuan yang memanfaatkan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ongen Leano
MetroReportase.com