Ambon, Metro Reportase.com — Kemacetan mulai menjadi persoalan serius yang dirasakan masyarakat Kota Ambon. Sejumlah ruas jalan dilaporkan menghadapi kepadatan, terutama pada jam-jam sibuk.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Ambon yang mendorong adanya langkah bersama untuk mencari solusi kemacetan melalui kolaborasi lintas sektor.
Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, mewakili Wali Kota Ambon, secara resmi membuka Diskusi Publik bertema “Katong Peduli Ambon Manise Bebas Macet”, yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Gubernur Maluku Lantai 7, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026, sekaligus menjadi ruang untuk membahas persoalan transportasi dan lalu lintas di Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Robert mengatakan, sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, pendidikan, perdagangan hingga aktivitas sosial di Maluku, mobilitas masyarakat dan pertumbuhan perkotaan di Ambon terus meningkat.
Peningkatan mobilitas itu, kata dia, secara langsung berdampak terhadap kebutuhan pergerakan orang dan barang.
«“Kita sudah merasakannya sendiri — beberapa ruas jalan dan kawasan di Kota Ambon mulai menghadapi kepadatan dan kemacetan, terutama pada jam-jam puncak. Ini persoalan nyata yang harus dihadapi bersama,” ujar Robert.»
Kemacetan Ambon Bukan Persoalan Satu Instansi
Robert menegaskan, persoalan kemacetan di Kota Ambon tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Masalah tersebut bersifat multidimensi dan lintas sektor, sehingga membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon tidak mungkin bekerja sendiri dalam mengurai persoalan lalu lintas.
“Kita perlu bersinergi dan berkolaborasi secara nyata antara Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, operator angkutan umum, akademisi, pelaku usaha, dan seluruh pihak terkait lainnya,” tegasnya.
Forum tersebut mengusung tema “Mengurai Kemacetan Kota Ambon: Tantangan, Solusi dan Kolaborasi.”
Diskusi diharapkan tidak berhenti sebatas forum dan wacana, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti.
Sedikitnya terdapat empat hal yang menjadi fokus pembahasan, yakni mengidentifikasi akar persoalan lalu lintas dari berbagai perspektif, menyerap aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan, merumuskan alternatif solusi, serta meningkatkan pelayanan transportasi agar Kota Ambon semakin tertib, aman dan nyaman.
Akademisi hingga Operator Angkutan Turut Terlibat
Diskusi tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Maluku atau perwakilan, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku dan Kota Ambon, perwakilan Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku, serta Kepala Pusat Studi Transportasi Universitas Pattimura, Prof. Dr. Ir. Marcus Tukan, BSE, M.T.
Hadir pula Direktur Pascasarjana UKIM, Prof. Dr. John Ruhulesin, M.Si., Plt Kepala BPTD Kelas II Maluku Fadjar Rijadi, ST, M.T., Kepala Distrik Navigasi Kelas I Ambon Jece Julita Piris, S.E., M.Si., akademisi, pelaku usaha, operator angkutan umum, perwakilan pengguna jalan, tokoh masyarakat dan insan pers.
Diskusi dimoderatori Andre Widyakusuma, Ketua DPD IKAAL Maluku.
Robert berharap forum tersebut menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama dalam membenahi sistem transportasi di Kota Ambon.
“Lewat diskusi ini, solusi yang kita temukan diharapkan menjadi awal komitmen bersama untuk membangun sistem transportasi Kota Ambon yang lebih baik,” harapnya.
Dengan resmi dibukanya diskusi publik tersebut, Pemkot Ambon berharap persoalan kemacetan tidak lagi hanya menjadi keluhan masyarakat, tetapi dapat diubah menjadi agenda bersama dengan solusi yang konkret dan terukur.
Katong peduli Ambon Manise, katong juga harus sama-sama bergerak supaya Ambon tidak terus terjebak dalam kemacetan.
OngenMetro