Ambon Metro Reportase,com– Sejumlah warga mengaku kecewa dengan hasil penetapan desil kesejahteraan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga mereka. Keluhan tersebut terungkap berdasarkan hasil investigasi di lapangan, di mana beberapa warga mempertanyakan dasar penetapan desil yang menjadi acuan berbagai program bantuan sosial pemerintah,Kamis 23 Juli 2026.
Salah seorang warga (IS) yang ditemui mengaku heran karena keluarganya masuk dalam kategori Desil 6, padahal kondisi ekonomi mereka dinilai jauh dari kategori tersebut.
“Saya (IS) tidak punya pekerjaan. Suami saya
hanya bekerja sebagai tenaga kontrak di kapal. Kami memiliki dua orang anak dan rumah yang kami tempati adalah milik orang tua. Saya bingung, atas dasar apa kami bisa masuk Desil 5,” ujarnya.
Ia menilai penetapan desil tersebut tidak mencerminkan kondisi ekonomi keluarganya yang sebenarnya. Menurutnya, jika data yang digunakan tidak akurat, masyarakat yang layak menerima bantuan berpotensi tidak memperoleh haknya.
Warga tersebut berharap pemerintah, khususnya dinas terkait, dapat melakukan verifikasi ulang secara langsung di lapangan agar data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
“Kami berharap dinas terkait turun langsung ke masyarakat untuk melihat kondisi kami. Dengan begitu, data yang digunakan benar-benar valid dan penetapan desil tidak merugikan warga yang membutuhkan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya yang mengaku bingung dengan hasil penetapan desil yang mereka terima. Mereka meminta pemerintah segera melakukan evaluasi dan pembaruan data agar penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Dinas Sosial maupun instansi terkait mengenai mekanisme penetapan desil serta tindak lanjut terhadap keluhan masyarakat tersebut.
MR