Ambon,Metro Reportase,-Pekerjaan proyek Bendungan Waeapo menggunakan APBN tahun anggaran 2017-2022 senilai Rp2.156.898.152.000 [Rp2,1 Triliun].

Sesuai perencanaannya Proyek Bendungan Waeapo akan mengairi 10.000 hektar sawah di Pulau Buru, dan menghasilkan air baku dengan debit 0,5 m3/detik, serta dapat mereduksi banjir 557 m3/detik.

Termasuk bendungan ini akan dijadikan juga untuk tempat pariwisata baru yang diprediksi dapat menumbuhkan perekonomian di daerah.

Pekerjaan proyek ini meliputi pembangunan bendungan utama yang ditangani oleh PT Pembangunan Perumahan, dan PT Adhi Karya (KSO) dengan nilai anggaran Rp untuk paket I nilai kontrak sebesar Rp1.069.480.985.000
[Rp1,069 Triliun].

Lalu pembangunan pelimpah atau spillway dilaksanakan oleh PT Hutama Karya, dan PT Jasa Konstrusksi (KSO), dengan nilai kontrak Rp1.013.417.167.000 [Rp1,013 Triliun].
Ditambah anggaran Supervisi atau Pengawasan Rp74 miliar.
Totalnya sebesar Rp2,156 Triliun.

Bendungan ini dibangun di atas lahan seluas 444,79 hektar.
Luas genangannya mencapai 235,10 hektar, serta dapat menampung air maksimal 50 juta meter kubik.
Tipe Bendungan ini urugan zonal dengan inti tegak setinggi 72 meter.

Dalam perencanannya, Bendungan ini juga digadang akan memberikan manfaat berupa aliran air untuk dipakai sebagai pembangkit listrik 8 MW, serta mampu menerangi kurang lebih 8.750 rumah di wilayah Kabupaten Buru dan sekitarnya

Ongen Metro Reportase