Depok – metro reportase.com,

Warga Kalimulya, Cilodong Kota Depok, Atet Handiyana Sihombing memberikan komentar menohok pada momen Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026.

Hal yang paling utama ia kritisi adalah soal layanan transportasi Biskita yang dianggap terlalu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok.

Handiyana menilai Biskita merupakan pemborosan APBD Depok, dimana layanan transportasi tersebut ternyata selama ini digunakan oleh warga Depok yang bekerja di Jakarta.

“Mungkin tidak ada itu warga kelas menengah kebawah yang menggunakan layanan Biskita. Rata-rata menengah keatas yang kerja dan membayar pajak penghasilan ke Jakarta,” kata Handiyana kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).

Selain soal pemborosan APBD, Handiyana yang juga merupakan seorang pengusaha menilai terdapat kejanggalan pada proses pengadaan proyek maintenance pada Layanan Transportasi Biskita.

Ia jelaskan berdasarkan informasi yang diterima, pengadaan barang dan jasa (barjas) pada proyek layanan biskita mengandung unsur dugaan pelanggaran administrasi, dimana dengan nilai proyek sekitar 19 miliar itu diadakan dengan metode penunjukan langsung.

“Masih mengambang apakah boleh proyek senilai belasan miliar di daerah tingkat II boleh dengan penunjukan langsung. Kalau emang tidak, tentu itu pelanggaran yang jelas ada unsur muatan terselubung,” papar Handiyana lagi.

Dengan petugas Biskita yang hanya kurang dari 60 orang, Handiyana menilai 19 miliar rupiah yang digelontorkan APBD Depok melalui proses penunjukan langsung atau PL, potensi dan aroma manipulasi terdengar sangat kental.

“Jika dibantah dengan pembelian aplikasi yang dimaksud oleh Kabid Angkutan di Dishub Depok, rasanya kelebihan biaya itu masih sangat besar, terlebih ada keterangan yang menyebut akan dikembalikan jika berlebihan, itu aneh,” ujarnya.

Handiyana lalu memberikan saran agar Biskita tidak membebani APBD, maka perlu dibuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Mungkin bisa dengan dikuatkan BUMD khusus angkutan umum, itu malah jelas menguntungkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Program Layanan Transportasi Biskita Depok merupakan program kolaborasi antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan Pemkot Depok, dimana pada program itu Kemenhub menghibahkan 15 armada bus beserta halte.

Plt Kadishub Depok Aan Syurahman merupakan pejabat yang mengusulkan proyek maintenance serta beberapa unsur lainnya sebagai sarana pelengkap operasional seperti gaji petugas dan perawatan bus.

Ketika dikonfirmasi, Aan Syurahman hanya meminta agar meminta keterangan kepada Kabid Angkutan. “Mangga ke Kabid Angkutan aja langsung, silakan ke bidang ya,” ujar Aan.

Tiem Redaksi MR