Ambon Metro Reportase,com-Ketua PKBM(IDA FARIDA TOMASOA,S.H.,S.Sos.,M.H..)di Kota Ambon buka suara setelah mendapat tekanan dari oknum yang mengaku sebagai wartawan Maluku TV, yang melontarkan tudingan serius mulai dari data siswa fiktif, penyalahgunaan dana BOP, hingga pungutan liar,Senin 4/02/2026.

Kontak dilakukan melalui WhatsApp pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIT, disertai sejumlah poin pertanyaan yang dinilai menyerang kredibilitas lembaga.
Tak tinggal diam, Ketua PKBM langsung menggelar klarifikasi terbuka dengan menghadirkan tutor dan dokumen pembelajaran sebagai bukti.

“Ini bukan tuduhan biasa. Ini sudah menyangkut nama baik lembaga,” tegasnya.
Ia membantah keras tudingan adanya siswa fiktif. Menurutnya, seluruh data peserta didik telah melalui sistem Dapodik yang memiliki mekanisme verifikasi ketat.

“Kalau data tidak valid, tidak mungkin bisa masuk dalam sistem,” ujarnya.
Tuduhan tutor fiktif juga dipatahkan dengan kehadiran langsung para tenaga pengajar. Ia menegaskan, tutor yang mengajar berasal dari berbagai latar belakang, termasuk guru formal hingga profesional.

Soal pemotongan honor, ia menilai hal itu dipelintir. Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan kesepakatan internal sebagai bentuk disiplin kerja.

“Kalau tidak mengajar, tentu tidak bisa menerima honor penuh. Itu aturan bersama,” jelasnya.

Yang paling disorot adalah tudingan pemalsuan nota. Ketua PKBM mengakui adanya penyesuaian administrasi, namun menegaskan hal itu terjadi karena skema anggaran BOP yang dinilai tidak menjawab kebutuhan riil lembaga.

“Banyak kebutuhan dasar seperti listrik dan sewa tidak terakomodir. Kami harus cari cara agar kegiatan tetap berjalan,” ungkapnya.
Ia bahkan mengaku menggunakan nota dari usaha pribadinya untuk menyesuaikan laporan, tanpa merugikan pihak lain.

Di sisi lain, terkait pungutan terhadap siswa, ia menegaskan tidak ada unsur paksaan. Kontribusi yang ada bersifat sukarela dan jumlahnya sangat terbatas.

“Dari ratusan siswa, belum sampai 20 orang yang berkontribusi. Itu pun atas kesadaran sendiri,” katanya.

Ketua PKBM juga mengindikasikan adanya motif personal di balik tudingan tersebut. Ia menyebut oknum yang bersangkutan merupakan mantan operator di lembaga yang kini berstatus sebagai jurnalis.

Kasus ini pun memunculkan pertanyaan soal profesionalitas dan etika oknum yang mengatasnamakan pers dalam melakukan konfirmasi.

“Klarifikasi ini penting agar publik tidak disesatkan oleh informasi yang tidak benar,” tutupnya.

Ongen
Metro Reportage,com