Warga dan pengguna jalan di Cilodong, Kota Depok, terus mengeluhkan kemacetan parah setiap hari di Jalan Raya Markas Divisi 1/Kostrad. Kemacetan paling parah terjadi pada jam puncak, yaitu pagi hari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB dan sore hari pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.

Kondisi lalu lintas di jalur vital ini seringkali macet total, dengan kendaraan hanya merayap. Waktu tempuh normal yang seharusnya 10 hingga 15 menit dapat membengkak hingga lebih dari satu jam.

Beberapa faktor diduga menjadi penyebabnya, antara lain lebar jalan yang tidak memadai dan penyempitan di beberapa titik; kurangnya rambu dan marka lalu lintas yang optimal; aktivitas bongkar muat di kawasan komersial sekitar; serta tidak adanya jalur alternatif yang memadai.

Kemacetan ini dinilai telah mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga. Deri (47), warga setempat, mengeluhkan pemborosan waktu, bahan bakar, serta stres yang dialami. Sementara itu, Basri (42), pengemudi ekspedisi online, menyatakan kerugian ekonomi karena pendapatan hariannya berkurang akibat waktu tempuh yang lama.

Menanggapi keluhan tersebut, Provos Divisi Infanteri 1/Kostrad Cilodong menyatakan pihak markas juga turut merasakan dampaknya. Mereka berkomitmen untuk berkoordinasi intens dengan Pemerintah Kota Depok, Pemerintah Kabupaten Bogor, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mencari solusi. Beberapa langkah yang akan didiskusikan meliputi pelebaran jalan, pengoptimalan arus lalu lintas di gerbang utama, penyesuaian jam kerja pegawai sipil di lingkungan markas, serta rekayasa lalu lintas temporer.

Masyarakat berharap ada komitmen kuat dan tindakan nyata dari pemerintah daerah terkait, Dinas Perhubungan, dan Dinas PUPR. Harapan tersebut meliputi pelebaran jalan, penertiban aktivitas di bahu jalan, perbaikan rambu dan marka jalan, penyediaan jalur alternatif, serta koordinasi berkelanjutan dengan pihak Divisi 1/Kostrad.

Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, diharapkan solusi berkelanjutan dapat segera diwujudkan untuk mengurai kemacetan di jalur strategis ini. (Deynni)