Ambon Metro Reportase,com- Kacab PT.Pelni Ambon,Ridwan Mandaliko menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola pelabuhan dan tenaga buruh.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan seluruh unsur di pelabuhan menjadi kunci utama dalam mendorong perbaikan layanan secara menyeluruh.

“Intinya sekarang kita fokus pada peningkatan pelayanan di sini,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya bukan sosok baru di wilayah tersebut. Pada tahun 2006 hingga 2009, ia pernah menjabat sebagai Kepala Operasi di tempat yang sama sebelum kemudian bertugas di berbagai daerah di Indonesia seperti Timika, Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.

“Jadi saya sudah cukup mengenal kondisi di sini, termasuk para buruh dan sistem kerja yang ada. Koordinasi jadi lebih mudah karena sudah saling mengenal,” jelasnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menata kembali sistem pelayanan, khususnya dalam pengaturan buruh agar lebih tertib dan efisien.

Penataan Alur Penumpang Jadi Prioritas
Terkait kondisi pelabuhan yang saat ini masih dalam proses pembangunan, ia memastikan bahwa aktivitas pelayanan tetap berjalan normal karena bangunan lama masih difungsikan.

“Pembangunan yang ada sekarang belum mengganggu operasional. Kita hanya menyesuaikan alur pelayanan dengan kondisi yang ada,” katanya.
Penataan alur penumpang menjadi perhatian utama, mulai dari jalur masuk, proses check-in, hingga pengaturan bagasi. Ia mengaku telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.

“Kita atur alur penumpang, mulai dari masuk, verifikasi tiket, sampai penanganan barang agar tetap tertib,” ungkapnya.

Tambahan Fasilitas untuk Kenyamanan Penumpang
Untuk meningkatkan kenyamanan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pelindo guna menambah sejumlah fasilitas pendukung, seperti pembatas antrean, kanopi, hingga penerangan.

“Kita akan tambah pembatas antrean supaya penumpang lebih tertib. Selain itu, kita juga minta penambahan kanopi agar penumpang terlindungi dari hujan dan panas,” jelasnya.
Tak hanya itu, penerangan di area luar terminal juga menjadi perhatian, mengingat masih terdapat titik-titik yang minim cahaya.

Penanganan Bagasi Lebih Tertata
Dalam hal layanan barang, ia menegaskan bahwa sudah ada aturan terkait batas bagasi. Jika barang penumpang melebihi kapasitas, maka akan dialihkan melalui layanan kargo (rekap/receiving package) yang telah disiapkan.

“Kalau barang melebihi batas, akan kita arahkan ke layanan kargo. Jadi penumpang tidak perlu lagi repot mengurus di luar sistem,” katanya.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan pelayanan di pelabuhan dapat semakin tertib, nyaman, dan profesional, meskipun di tengah proses pembangunan yang masih berlangsung.

Ongen
Metro Reportase,com