Ambon Metro Reportase-com— Anggota DPRD Provinsi Maluku, Riamaniar Hetharia, menyampaikan hasil pengawasan di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah KKT, Kota Ambon, Senin (02/03/2026). Dari hasil pengawasan tersebut, masih ditemukan berbagai persoalan mendasar yang memerlukan perhatian serius pemerintah daerah.
Salah satu temuan utama adalah belum meratanya fasilitas sekolah. Di SMA Negeri 4, misalnya, sekolah tersebut belum memiliki pagar permanen. Pihak sekolah masih memanfaatkan seng-seng bekas atap sebagai pembatas area sekolah. Selain itu, kendala jaringan internet juga masih menjadi masalah yang cukup serius.
“Masalah jaringan ini hampir kami temukan di semua titik pengawasan kemarin,” ungkap salah satu anggota tim pengawas.
Selain persoalan sarana dan prasarana, distribusi guru juga dinilai belum tertata dengan baik. Penempatan guru mengajar disebut belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang berlaku, sehingga menimbulkan banyak keluhan dari para tenaga pendidik.
“Distribusi guru dan tenaga pendidik lainnya masih perlu ditertibkan kembali.
Mudah-mudahan ini menjadi atensi serius Kepala Dinas agar ke depan ada sistem yang lebih tertata dan sesuai SK,” jelas Riamaniar.
Tak hanya itu, masalah kenaikan pangkat guru juga masih menjadi isu krusial yang belum terselesaikan sejak 2021. Banyaknya persyaratan administrasi disebut menjadi salah satu faktor utama lambannya penyelesaian persoalan tersebut.
Usai seluruh rangkaian pengawasan selesai, DPRD Provinsi Maluku berencana menggelar rapat evaluasi dengan mengundang pihak-pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Pendidikan, guna membahas serta mencari solusi atas berbagai permasalahan di sektor pendidikan.
“Inti kendalanya masih seputar sarana dan prasarana, distribusi guru, serta masalah kenaikan pangkat. Semua temuan di lapangan akan kami evaluasi secara menyeluruh,” pungkasnya.
Ongen Metro Reportase-com