Depok,- Metro Reportase,- Rohman Mulyana mewakili dari OKP GM Keadilan menyatakan hari ini kami seluruh peserta OKP yang melaksanakan Musda KNPI Ke 9 menyatakan Musda ini Ilegal,

Sementara saat Musda berlangsung mereka melakukan scord dan Deadlock tanpa memberikan Riliis acara ini dilaksanakan,dilanjutkan atau tidak,
mereka meninggalkan begitu saja tanpa ada kejelasan

Saya melihat Panitia ini terlihat Amatir tidak berlandaskan Tatib yang Mereka Buat sendiri,
Mereka tidak Komitmen dengan peraturan yang mereka buat sendiri,Mereka tidak bisa berargumentasi dengan Pasal pasal yang Kami sampaikan di dalam Ruang Sidang Tadi.

Rohman OKP GM Keadilan meminta dengan Tegas Agar Acara ini di Kerteker Oleh DPD KNPI Jawa Barat,

Sebenarnya kalo DPD KNPI Jawa Barat komitmen dengan Tatib AD/ART yang Mereka bikin, tentu Musda ini berjalan dengan Lancar

DPD Jabar Tetap harus Mengambil Alih Tapi harus tetap punya Integritas yang Tinggi agar masa depan Pemuda Kota Depok punya masa Depan yang Cerah,Kami melihat bagai mana cara MUSDA ini berlangsung, ada 5 pasal yg mereka langgar

Jadi kalo masalah ini tetap disahkan masyarakat pun sudah busa menilai bahwa sekarang ini Dunia digital ini sudah canggih temen temen bisa melihat mana yang benar mana yang salah,
jadi kemarin ini ada lima pasal yg mereka langgar
Pasal 8,9,26,29,30,
Sementara Verifikasi di pasal 29 Bakal Calon itu di bawah meja
Bagai mana mungkin kita hadir pemilihan di suatu acara Calon nya tidak tahu
Tiba tiba mereka menyatakan ini Lolos ini Tidak lolos argumentasi nya Apa?

Berdasarkan apa mereka lolos dan berdasarkan apa mereka tidak Lolos
Kan mereka sudah buat tatib dan pasalnya bahwa Calon itu menyerahkan Recom 3 PK dan 6 OKP

Sementara dalam acara yang Sama Pardong selaku peserta Musda KNPI Kota Depok sepakat dengan Peserta OKP yang lainya bahwa Musda hari ini dinyatakan Ilegal karena banyak Tatib dan AD/ART yang di langgar
Untuk itu kami meminta DPD KNPI Jawa Barat Membuat Kreteker dan mengambil alih Musda KNPI Kota Depok ini papar Pardong.

(Sinta Metro Reportase)