Depok,Metro Reportase-Pembacaan dan penyerahan kesimpulan Praperadilan antara pemohon Nurliyah pemohon I,Sriani pemohon II,Lina Suliani Br.Manurung pemohon III,Maradu Lansihar Sipahutar Pemohon IV,Wilhelmus sok hieli Laia pemohon v, melawan termohon Kepolisian Ressort Siak,di Pengadilan Negeri Siak.

Sidang pokok perkara No : 02/PID.PRA/2020/PNSAK dengan Agenda Penyerahan dan Pembacaan kesimpulan Pihak Pemohon dan Termohon memberikan Salinan Kesimpulan kepada Hakim tunggal Selo Tantular,SH,Kamis 23/10/2020,menurut k
ami dari Tim Kuasa Hukum Para Pemohon menetapan tersangka terhadap
1 Ponari,2 sukardi ,3Candra,4Erikson,5 Atu wanolo, terbukti di persidangan termohan/penyidik polres siak tidak sesuai prosedur karena saat penangkapan penyidik polres siak tiadak menunjukan identitas dan surat perintah penangkapan,para tersangka yang merupakan 1 supir dan 6 buruh harian lepas di tangkap pihak penyidik kepolisian polres siak nomor LP/A/115/IX/2020/Riau/Res Siak,tanggal 4 September 2020,Mereka disangkakan 4 (Empat) Pasal sekaligus.
Pelaporan Type A adalah Aduan yang dibuat nternal Kepolisian Resort Siak lebih jelasnya Model A adalah Aduan yang dibuat Anggota Polisi yang mengalami,mengetahui atau menemukan langsung peristiwa yang terjadi.

Kronologis perkara pada tanggal 3 September 2020,Penyidik Polres Siak melakukan tangkap tangan kegiatan Kencing CPO oleh Tersangka,tetapi pada saat penangkapan Penyidik tidak memperlihatkan Identitas dan Surat Tugas kepada Tersangka dan Warga sekitar.
Kemudian Penyidik tidak menyerahkan Para Tersangka kepada Penyidik terdekat yaitu Polsek Kandis.

Saat di konfirmasi Media melalui WA, Donald Pakpahan,SH;MH, sebagai salah satu Kuasa Hukum tersangka,menjelaskan Laporan , sebagaimana yang tertuang dalam laporan dan Penyidik telah melanggar Pasal 18 KUHP,serta tindakan Penyidik Polres Siak tersebut cacat prosedur atau Maladministrasi.

Untuk perkara ini kami sebagai kuasa Hukum tersangka menghimbau agar jangan terjadi seperti ini lagi “ungkap Donal”
Donal juga menilai ada upaya diskresi yang dilakukan oleh penyidik Polres Siak. “Seharusnya perkara ini tidak dipaksakan. Jika pun benar ada kerugian, ditaksir hanya 1 juta rupiah, sangat tidak sebanding dengan pengeluaran negara selama masa penahanan 7 tersangka,” imbuhnya.

Dd/EFAT Metro Reportase