Ambon Metro Reportase-com– PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menambah armada kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Kepala Cabang Pelni Ambon(Marthyn Heryanto)menjelaskan, pada kondisi normal Pelni melayani sekitar 9 kapal per bulan, namun menjelang Lebaran jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 12 kapal,jumat 06/03/2026.

“Menjelang arus mudik Lebaran, dari reguler yang biasanya sembilan kapal per bulan, sekarang menjadi dua belas kapal. Ada penambahan tiga kapal yakni KM Gunung Dempo, KM Sinabung, dan KM Sidabutar,” ujarnya.

Penambahan kapal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi jika terjadi kepadatan penumpang, khususnya pada periode mudik dan arus balik.

Menurutnya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 Maret, sehingga Pelni akan terus memantau pergerakan penumpang untuk memastikan pelayanan berjalan aman dan nyaman.

Selain itu, pihak Pelni juga mengimbau calon penumpang agar tidak membawa barang bawaan berlebihan.

“Barang bawaan yang terlalu banyak akan mengurangi ruang di kapal dan bisa mempengaruhi kenyamanan serta keselamatan selama pelayaran,” katanya.

Pelni juga mengingatkan penumpang agar memastikan data pada tiket sesuai dengan identitas diri, seperti KTP, karena setiap tiket telah dilengkapi dengan perlindungan asuransi.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memberikan stimulus ekonomi berupa diskon tiket kapal sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi.

Program diskon ini sudah dibuka sejak 21 Februari lalu dan berlaku untuk jadwal keberangkatan 11 Maret hingga 6 April 2026.
Namun demikian, diskon tersebut memiliki kuota terbatas dan berlaku secara nasional.

“Jika kuota sudah habis sebelum tanggal 6 April, maka harga tiket akan kembali normal,” jelasnya.

Ia menambahkan, potongan harga 30 persen tersebut hanya berlaku untuk tarif dasar tiket kelas ekonomi, belum termasuk biaya asuransi dan pas penumpang.

Sementara terkait potensi lonjakan penumpang tahun ini, Pelni memperkirakan tidak terjadi peningkatan signifikan karena sebagian masyarakat diperkirakan telah melakukan perjalanan lebih awal.

Meski demikian, pihaknya tetap mengupayakan penambahan dispensasi penumpang sekitar 30 persen, dengan catatan tetap menyesuaikan jumlah alat keselamatan yang tersedia di kapal.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Jumlah penumpang harus seimbang dengan alat keselamatan yang tersedia di kapal,” tegasnya.

Ongen
Metro Reportase-com