E.manisah boy ketua FPK Kota Depok

Depok,- Metro Reportase,- Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan FPK Kecamatan Beji adakan Kongkow bersama, Hal ini dilakukan sebagai bentu Sinergitas bersama dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan, saling maaf memaafkan hal ini merupakan dasar,kebersamaan meskipun mereka berasal dari tempat yang berbeda, wilayah yang jauh, suku yang berbeda bahkan kebangsaan yang berbeda namun di FPK ini menjadi suatu kebersamaan,

Untuk merawat spirit solidaritas Suku suku yang ada di Indonesia khususnya Depok.

Hadir dalam acara: Pengurus FPK Kota Depok, Baba Entong,Iin marlina Emil yan Kadri,Fitri,

Pengurus FPK Kecamatan Sukma jaya Gian tanjung didampimgi Azhari selaku pengurus FPK Kecamatan Sukmajaya,
Ketua Fpk Kelurahan Sukamaju Nurkhowi, Ketua FPKKecamatan Beji Ir Irawan beserta pengurus dan FPK Kelurahan se Kecamatan Beji

Ketua FPK Kota Depok E.Manisah Boy, yang akrab di sapa Baba Entong, dalam kata sambutanya mengucapkan terimakasih kepada yang hadir dan memohon maaf lahir dan batin dalam rangka menyambut Bulan suci Ramdhan,

Selanjutnya baba entong menyampaikan materi tentang wawasan kebangsaan tentang materi Tap Mpr No 5 tahun 2000 tentang “pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa melalui seni dan budaya, sekarang ini Kita harus bisa mempertahankan tradisi budaya kita” melalui Sinergi kesukuan untuk pemberdayaan Budaya yang ada di Kota Depok.
acara dilaksanakan di Sanggar Selendang Putih Sabtu (11/4/2021)

Acara digelar secara tatap muka dengan mengedepankan Protkes,
Acara di hibur dengan seni budaya Gambang kromong Selendang Putih yang di pimpin Ma Iin Marlina,sehingga menambah semarak keakraban Kongkow dan Nandak bareng.

Baba Entong dalam
kata sambutamya menyampaikan tentang kebersamaan salah satunya melalui kongkow dan Nandak bareng,
pentingnya kebersamaan dengan menghilangkan perbedaan,
salah satu hal paling berbahaya yang melanda Budaya kita belakangan ini adalah, ketidakpuasan dalam mengelola perbedaan dan ketidak sepakatan,
Menurutnya Baba Entong kita harus cerdas dalam mengelola perbedaan
Selain itu, Baba entong juga berharap agar kita bisa mempertahankan Seni budaya kongkow dan guyub bareng.

Kalau ada perbedeaan hendaknya bisa di selesaikan dengan baik, tidak saling menghina, atau saling menjelekan budaya orang lain,” jelasnya.

Manifestasi terpenting dari perbedaan dan keragaman Suku suku ini adalah soal komitmen masyarakat untuk menjaga etika dalam berbicara, menghindari tenggelamnya seni budaya kita.

Baba Entong menilai, perbedaan Suku suku justru menjadi kekhususan tersendiri bagi kita untuk saling bersinergi dan melengkapi paparnya

Dd