Ambon Metro Reportase,com – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola informasi publik. Salah satunya dengan mensosialisasikan penggunaan aplikasi SLABER (Sistem Laporan Berita) kepada mitra media,22 April 2026.
Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama pimpinan dan perwakilan media di Kota Ambon, yang digelar guna memperkuat kerja sama publikasi yang lebih efektif, efisien, serta akuntabel.
Dalam pengantarnya,Kadis Kominfo(Ronald Lekransy) menegaskan bahwa kehadiran aplikasi SLABER merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan pesatnya perkembangan media digital saat ini.
“Target kami bagaimana kerja sama ini menjadi lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel di ruang publik,” ungkapnya.
Jawaban atas Ledakan Media Online
Saat ini, tercatat sekitar 108 media telah menjalin kerja sama dengan Pemkot Ambon, di mana 98 di antaranya merupakan media online. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam hal monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan publikasi.
Melalui SLABER, seluruh proses pelaporan diharapkan bisa dilakukan secara terintegrasi dalam satu sistem digital.
“Aplikasi ini membantu mempermudah evaluasi dan pemantauan seluruh aktivitas publikasi media,” jelasnya.
Media Cetak vs Online, Skema Berbeda
Dalam implementasinya, terdapat perbedaan mekanisme antara media online dan media
cetak:
Media online: seluruh laporan dilakukan secara digital melalui aplikasi.
Media cetak: tetap diwajibkan menyertakan bukti fisik (hard copy) sebagai dokumen pendukung.
Meski demikian, Kominfo membuka ruang untuk mencari format terbaik agar semua jenis media dapat terakomodasi secara optimal dalam sistem.
Kurangi Beban Biaya, Tingkatkan Efisiensi
Digitalisasi pelaporan juga diyakini mampu mengurangi beban biaya operasional media, khususnya dalam pencetakan dokumen laporan yang selama ini bisa mencapai ratusan halaman.
“Bayangkan kalau satu laporan mencapai 600 halaman, tentu membutuhkan biaya besar. Dengan sistem digital, ini bisa ditekan,” ujarnya.
Dorong Transparansi dan Akuntabilitas
Selain efisiensi, penggunaan SLABER juga diharapkan memperkuat transparansi serta akuntabilitas dalam kerja sama antara pemerintah dan media.
Aplikasi ini dilengkapi fitur unggah company profile, dokumen kerja sama, hingga pelaporan pertanggungjawaban yang terintegrasi.
Kominfo juga menegaskan bahwa seluruh mitra media wajib memenuhi persyaratan administratif, termasuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sebelum dapat mengakses sistem secara penuh.
Masa Adaptasi
Meski demikian, pemerintah menyadari bahwa implementasi sistem baru ini membutuhkan waktu adaptasi. Oleh karena itu, seluruh media diberikan ruang untuk menyesuaikan diri.
“Ini masih masa adaptasi. Kami harap teman-teman media bisa menyesuaikan, tetapi tetap berkomitmen membangun ruang informasi publik yang lebih baik,” tutupnya.
Ongen
Metro Reportase,com