Depok,- Metro reportase,- Terkait pemberitaan pada salah satu media lokal yang menyatakan DPD PKS Depok mengusung Mohammad Idris pada Pilkada mendatang mendapat tanggapan serius. Menurut Koordinator Koalisi Partai Non Parlemen (KPNP) Kota Depok Anwar sebagai kebohongan publik. Menurutnya, jangan ada penggiringan opini publik foto dengan sejumlah tokoh dianggap sebagai surat rekomendasi.

“Harus dibedakan antara rekom dan surat keputusan (SK). Kalo memang ada SK ya tunjukan biar difoto sama wartawannya. Kalo cuma foto bareng kan biasa,”ujar Anwar, Selasa (21/07/2020) malam.
Menurutnya masa kepemimpinan Idris masih banyak program yang jauh dari Pemerintahan “clean dan good governance”.

Ia mencontohkan, masalah PPDB yang tidak kunjung selesai dari tahun ketahun, sampah, kemacetan, dll.

Anwar mengatakan jangan bikin sensasi dan bikin opini dimasyarakat tanpa fakta dan bukti konkrit. “PKS bisa rusak citranya, sangat memalukan sekaliber ketua DPD tidak bisa membedakan rekom dan SK. Demikian pula incumbent calon Wali Kota Mohammad Idris agar bisa menunjukan bukti. Kan dah bohongin publik. Coba kalo memang ada (SK) ya ditunjukin seperti waktu PDIP putuskan mengusung Afifah dan Pradi,” terang Ketua Partai Perindo Depok ini.

Ia mengingatkan, PKS harus memperhitungkan agar tidak salah pilih. Bila salah pilih, menurutnya akan menjadi partai yang dimusuhi semua partai. “Contoh nyata walaupun PKS partai pemenang. Di DPRD Depok tidak mendapat satupun sebagai Ketua AKD (alat kelengkapan dewan),” paparnya.

Sampai saat ini ada tiga nama yang tengah memperebutkan tiket Rekomendasi dari DPP PKS, Yaitu Hardiono, IBH dan Mohammad Idris. Terkait rekomendasi adalah ketetapan dari DPP dan belum ada pernyataan secara resmi. (Dd/Ar).