Depok,-Metro Reportase – Seorang ibu rumah tangga berinisial RBS (41 tahun) di Depok mendatangi Polresta Depok didampingi kuasa hukumnya Drs Firmansyah SH dan Ichwan Setiawan SH.MH. dari Kantor Pengacara FIT LAW FIRM (Advocates&Legal Consultants) pada Rabu (09/09/2020).

Kedatangannya ke Polresta Depok untuk meminta perlindungan hukum terkait dugaan kasus peminjaman uang secara online oleh aplikasi SS,

RBS ini ditawarkan pinjaman uang, dengan iming-iming kemudahan tanpa agunan atau jaminan. Aplikasi tersebut juga tidak memberi penjelasan tentang hak dan tanggung jawab pinjaman secara jelas.

Kuasa hukum RBS, Drs Firmansyah SH kepada media, agar pihak yang merasa dirugikan oleh kliennya untuk mendatangi kantor mereka supaya bisa melakukan mediasi karena kliennya memiliki itikad baik ingin menyelesaikan masalah tersebut.

Firman juga mengatakan bahwa kliennya punya itikad baik untuk membayar kewajiban yang harus dibayarkan, kami juga meminta pihak aplikasi memberikan bukti bahwa betul ada kewajiban yang belum dibayarkan sesuai perjanjian. Dirinya juga meminta kejelasan dimana alamat kantor aplikasi tersebut dan mengaku siap datang untuk melakukan mediasi secara kekeluargaan

” silakan datang ke kantor kami,
diharapkan pihak SS tidak melakukan teror-teror yang sifatnya mengancam, kami tidak sungkan-sungkan melalui pihak kepolisian untuk melaporkan pencemaran nama baik dan hal-hal pidana lainnya” pungkas Firman.

Sementara itu, ditempat yang sama RBS Meminta kepada pihak SS
“Tolong jangan menteror keluarga teman kerja dan teman teman saya, karena mereka tidak ada hubungannya. Silahkan hubungi pengacara saya, dan kami siap melunasi masalah hutang piutang namun kami juga minta kejelasan prosedur dan tertib administrasi mengenai peraturan hak dan tanggung jawab kami sesuai acuan dari pemerintah” ungkapnya

Kronologis kejadian berawal saat RBS coba-coba mengikuti penawaran pinjaman dari aplikasi SS, dan ternyata pinjaman itu bisa dengan mudah dicairkan tanpa syarat atau keterangan apa pun.
Beberapa waktu kemudian, sejumlah aplikasi juga menawarkan kepadanya dan RBS pun menyetujui saja notifikasi perizinan yang diminta oleh aplikasi tersebut, yang tidak menyebutkan penjelasan perjanjian pinjaman secara rinci, hingga total pinjamannya mencapai Rp 15 juta rupiah.

Beberapa waktu kemudian, RBS kehilangan handphone miliknya sehingga dirinya tidak bisa membayar tagihan tepat waktu dan putus komunikasi dengan pihak pinjaman online tersebut. Karena hal ini, pihak aplikasi SS yang merasa di lecehkan oleh RBS, melakukan teror melalui WA kepada sanak saudara, teman kerja bahkan tetangga dengan menggunakan berbagai bahasa kasar juga sempat melakukan pengancaman.

RBS juga dimarahi oleh keluarganya karena disangka memberikan no kontak tanpa sepengetahuan mereka, padahal dirinya tidak pernah memberikan nomor kontak siapapun kepada pihak aplikasi SS. Karena merasa kurang nyaman dan tertekan, RBS mendatangi kantor pengacara Fit Law Firm untuk meminta bantuan hukum.

Sinta R Metro Reportase.