Depok l Metroreportase.com – Tidak hanya mengklaim lahan anggota Paguyuban pemilik kavling DDN, Harjamukti Cimanggis, sekelompok massa yang menamakan dirinya koalisi umat pembela mesjid juga melakukan unjuk rasa di Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Dalam aksinya melalui photo yang beredar luas mereka mendesak kapolri mencopot Kapolresta Depok dan Kanit harda reskrim AKP Markus simare mare karena telah merusak plang pembangunan mesjid dan kekerasan fisik terhadap kuasa hukumnya.

Sejumlah pengurus dan anggota paguyuban pemilik kavling DDN pun tak tinggal diam dan mencoba mengklarifikasi tudingan isu yang beredar dengan mengadakan konferensi pers,pada minggu (25/10).

” Tudingan pelanggaran HAM yang dikemukakan oknum oknum penyerobot tersebut merupakan tudingan tanpa legitimasi, Karena justru oknum itu sendiri yang justru selama ini melanggar HAM, ” Tegas pengurus Paguyuban Eko Setiadi.

Seluruh pihak di paguyuban DDN mengapresiasi langkah Kapolres dan jajarannya yang dengan tegas memberikan perlindungan hukum kepada pemilik kavling DDN yang tanahnya sempat diduduki oleh oknum tersebut.

” Kami tetap memohon perlindungan hukum karena Masih terdapat indikasi upaya oknum oknum tersebut untuk melakukan gangguan Kamtibmas, ” Sambungnya.

Dalam konferensi pers juga disampaikan bahwa ternyata isu SARA dan Agama dengan label ada rencana pembangunan mesjid disinyalir merupakan ” Modus ” para oknum agar dapat menguasai tanah tanpa terganggu.

Zil/MR