Depok,-  Lensapublik.com-Sudah bukan rahasia lagi kegelisahan masyarakat di lapis bawah yang Menjadi pengangguran, Bangkrut, dan tertekan akibat peraturan pembatasan sosial yang di keluarkan Walikota Mohammad idris sejak beberapa bulan Lalu.

Masyarakat diminta untuk selalu berada di rumah meskipun bansos yang diberikan tidak merata hingga mengakibatkan kekisruhan antara warga dan kepala lingkungan.

” Kadang yang mampu dapet terus tapi yang gak mampu malah gak pernah dapat, ” Keluh warga yang tidak Ingin disebutkan namanya.

Dari Peraturan itu pun tentu mengakibatkan banyak pengangguran Dan usaha yang kolaps namun dikatakan bahwa Depok mengalami kemajuan.

Entah rumus apa yang dipakai, hingga bisa Demikian, namun fakta dibawah sangat berbanding terbalik dengan klaim di atas.

Kepintaran dalam Debat publik yang diklaim “Pemenang Debat” pun sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada masyrakat.

Saat ini Kota Depok tidak butuh orang sekedar Pintar tapi juga orang yang jujur Dan amanah.

Mungkin di Depok orang Pintar sudah overload, tapi orang yang jujur Dan amanah? Karena orang Pintar Belum tentu amanah.

Menjadi hal lucu dan membingungkan ketika kepala Pemerintahan membatasi masyarakatnya namun justru dialah yang Terkena Covid.

DDN/LP