Depok,Metro Reportase.com,- Setelah melakukan verifikasi dan validasi, pada hari Sabtu, 20 Nopember 2021 kemarin, Panitia Musyawarah Kota (Mukota) V Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Depok meloloskan Miftah Sunandar dan Dian Nufarida yang akan bersaing memperebutkan kursi ketua kadin Kota Depok pada 25 November mendatang.

Namun, pendukung Dian Nufarida yang tergabung dalam Asosiasi Jasa Konstruksi Terakreditasi (ASJAKOTER) Se-kota Depok menyatakan mosi tak percaya terhadap panitia Mukota Kadin Depok di Kantor PWI Kota Depok, Senin ( 22/11/2021).

ASJOKTER menilai panitia Mukota Kadin Kota Depok cacat hukum.

“Penunjukan personel panitia terutama Ketua Panitia, Edmon Johan yang saat SK kepanitiaan turun 10 September 2021, kartu anggota biasa (KTA) sudah tidak berlaku (mati) dan baru diurus kembali pada 15 September 2021,” ujar Ketua Gapeknas Kota Depok, Tony Hastori, SH.

Toni juga menilai adanya kejanggalan soal jumlah anggota yang pada 2020 berjumlah 122 anggota, namun tercatat pada tanggal 18 Nopember 2021 membengkak menjadi kurang lebih 8.000 anggota.
Dan di duga panitia sudah mengetahui ribuan anggota tersebut memilih untuk kedua calon.

“Inikan aneh, kok ketua panitia sudah tahu, pemilihan saja belum. Jadi, sebaiknya ditunda pelaksanaan Mukota dan kami desak untuk Kadin Jabar mengambil alih kepanitiaan untuk selanjutnya jalankan Mukota Kadin Kota Depok,” tegas Toni.

Sementara itu, Ketua Gapeksindo Kota Depok, Indra Napitupulu mengatakan, panitia Mukota Kadin Kota Depok sangat tidak transparan dan profesional.

Indra pun mempertanyakan kebenaran calon ketua Miftah Sunandar dalam penyerahan dana partisipasi sebesar Rp 75 juta.

“Panitia Mukota sangat tidak transparan dan profesional serta diduga berpihak ke Miftah Sunandar, misalnya undangan penting disampaikan lewat WA. Lalu, panitia klaim sudah menerima uang partisipasi dari Miftah Sunandar. Kami pertanyakan kapan dan dimana? Harusnya uang partisipasi diserahkan saat calon dinyatakan lolos dan disaksikan bersama calon dan wartawan,” tuturnya.

Yanny manuhutu