AMBON, METRO REPORTASE,COM – Ribuan warga jemaat memadati Gedung Gereja Emanuel Galala-Hative Kecil (Gatik), Rabu (2/9/2026), dalam perayaan Satu Abad Jemaat GPM Galala-Hative Kecil.
Suasana penuh sukacita dan ucapan syukur mewarnai perayaan bersejarah tersebut. Ribuan suara pujian kepada Tuhan menggema, menandai perjalanan panjang kehidupan iman Jemaat Gatik yang telah memasuki usia 100 tahun.
Perayaan Satu Abad Jemaat GPM Galala-Hative Kecil mengusung tema “Mengukuhkan Warisan Iman, Kesatuan Pelayanan Lintas Generasi Untuk Kemuliaan Tuhan.”
Momen tersebut dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Raja Negeri Hative Kecil Josias Muriany, Kepala Desa Galala Mike Joris, Ketua Umum PGI Pdt. J. Manuputty, serta Ketua MPH Sinode GPM Pdt. S.I. Sapulette.
Turut hadir para hamba Tuhan, pelayan khusus, Majelis Jemaat, serta ribuan warga yang datang untuk mengikuti ibadah dan perayaan satu abad tersebut.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perjalanan panjang Jemaat GPM Galala-Hative Kecil yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Ambon selama satu abad.
Menurutnya, usia 100 tahun bukan sekadar catatan sejarah berdirinya sebuah jemaat, tetapi menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi atas perjalanan iman dan penyertaan Tuhan.
«“Peringatan usia sebuah jemaat, termasuk momentum satu abad ini, bukan sekadar mengenang sejarah berdirinya jemaat, melainkan juga menjadi ruang refleksi atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan kehidupan berjemaat yang penuh tantangan, pergumulan, sekaligus sukacita,” ujar Wattimena.»
Ia mengatakan, perjalanan kehidupan jemaat selama satu abad tentu tidak terlepas dari berbagai dinamika dan tantangan. Namun, penyertaan Tuhan senantiasa menjadi kekuatan bagi umat dalam menjalani setiap proses kehidupan.
«“Tuhan senantiasa bekerja dan menghadirkan hal-hal yang baik dalam kehidupan kita, termasuk dalam kehidupan berjemaat,” katanya.»
Bodewin menilai, penyertaan Tuhan tersebut menjadi kekuatan yang membuat Jemaat Gatik mampu terus bertahan, bertumbuh dan melayani hingga mencapai usia satu abad.
Selain menjadi momentum refleksi iman, perayaan satu abad juga diharapkan mampu memperkuat persatuan serta semangat pelayanan lintas generasi.
Menurutnya, warisan iman yang telah dibangun oleh generasi terdahulu harus terus dijaga dan diteruskan kepada generasi masa kini dan generasi yang akan datang.
Dalam kesempatan tersebut, Bodewin juga mengajak seluruh warga untuk terus membangun kehidupan yang harmonis dan saling menopang.
«“Membangun kota ini harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.»
Menjelang Hari Ulang Tahun ke-451 Kota Ambon pada 7 September 2026, Wali Kota turut mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan menghidupkan nilai-nilai persaudaraan yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Secara khusus, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat Pela Gandong antara Negeri Galala dan Hative Kecil sebagai bagian dari warisan adat dan budaya yang mengandung nilai persaudaraan.
«“Nilai-nilai itu harus menjadi sesuatu yang nyata, yang dapat dilihat, disaksikan, dirasakan, dan diwariskan kepada generasi-generasi kita hari ini dan pada masa yang akan datang,” tegasnya.»
Ia pun mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat Panas Pela sebagai wujud nyata persaudaraan dan kebersamaan.
«“Saya mengajak masyarakat kembali menghidupkan semangat Panas Pela di Galala dan Hative Kecil,” tandasnya.»
Mengakhiri sambutannya, Bodewin menyampaikan selamat atas perayaan Satu Abad Jemaat GPM Galala-Hative Kecil.
Ia berharap, momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seluruh warga jemaat untuk semakin memperkokoh iman, kesatuan pelayanan dan semangat persaudaraan.
Perayaan satu abad tersebut diharapkan menjadi berkat bagi Jemaat Gatik serta seluruh masyarakat Kota Ambon, sekaligus menjadi bukti perjalanan panjang penyertaan Tuhan dalam kehidupan umat-Nya.
“Satu abad adalah perjalanan iman yang panjang. Kiranya warisan iman ini terus dijaga, diteruskan dari generasi ke generasi, dan seluruh pelayanan dilakukan semata-mata untuk kemuliaan Tuhan,” demikian harapan yang mengemuka dalam perayaan bersejarah tersebut.
MR